banner 728x250

Halaman SD Negeri Lembang Terendam Berdiri di Atas Rawa Kepala Sekolah Rogoh Dana Pribadi, Janji Penanganan Pemkab Mamuju Belum Terwujud

Mamuju, Sulawesi BaratLintaspendidikannews.com — Persoalan infrastruktur pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Mamuju. SD Negeri Lembang, yang terletak di Desa Lembang, Kecamatan Tapalang, hingga kini masih menghadapi masalah genangan air di halaman sekolah setiap kali hujan turun. Kondisi ini terjadi karena bangunan sekolah berdiri di atas lahan rawa, menyebabkan air sulit mengalir dan bertahan dalam waktu lama.

Genangan tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas belajar-mengajar, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan keselamatan dan kesehatan siswa. Anak-anak harus berjalan melewati halaman yang becek dan licin untuk menuju ruang kelas, sementara aktivitas luar ruangan nyaris tidak dapat dilakukan saat musim hujan.

Kepala SD Negeri Lembang, Niamat, S.Pd, mengatakan persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan permanen dari pihak berwenang.

> “Setiap hujan turun, halaman sekolah langsung tergenang. Anak-anak kesulitan beraktivitas dan harus ekstra hati-hati saat masuk kelas,” ujar Niamat.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe tetapkan Tersangka baru Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Beha Kecamatan Tabukan Utara

Dana Pribadi Jadi Solusi Sementara

Di tengah keterbatasan dan belum adanya realisasi bantuan, Niamat mengaku terpaksa menggunakan dana pribadi untuk melakukan penimbunan di sejumlah titik halaman sekolah. Upaya itu dilakukan agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan, meski ia menyadari langkah tersebut bukan solusi jangka panjang.

> “Saya timbun seadanya pakai uang pribadi. Ini hanya untuk mengurangi genangan, bukan menyelesaikan masalah sepenuhnya,” katanya.

Langkah kepala sekolah ini mencerminkan beban tambahan yang harus dipikul satuan pendidikan, ketika persoalan infrastruktur dasar belum tertangani secara sistemik.

Janji Penanganan Belum Terealisasi

Menurut Niamat, pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Bahkan, kepala dinas bersama jajaran disebut pernah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi SD Negeri Lembang dan menjanjikan akan ada tindak lanjut.

Baca Juga:  Pengelolaan MBG SMPN 1 Padang Sappa Disorot Warga, Diduga Tidak Sesuai Standar Gizi

Namun, hingga kini, janji tersebut belum terealisasi. Informasi yang diterima pihak sekolah menyebutkan, keterlambatan penanganan disebabkan oleh banyaknya pemborong yang berebut proyek, sehingga proses pelaksanaan belum berjalan.

> “Informasinya begitu, karena banyak pemborong yang berebut, jadi belum bisa dilaksanakan,” ujar Niamat.

Situasi ini memunculkan tanda tanya mengenai efektivitas perencanaan dan eksekusi program perbaikan infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

Sorotan Infrastruktur Pendidikan Daerah

Kondisi SD Negeri Lembang menjadi gambaran tantangan nyata pembangunan pendidikan di daerah, di mana sekolah-sekolah masih harus bergulat dengan persoalan mendasar seperti lingkungan belajar yang tidak layak.

Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Mamuju, khususnya Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan. Penanganan yang diharapkan bukan sekadar penimbunan sementara, melainkan solusi teknis menyeluruh agar lingkungan sekolah benar-benar aman, sehat, dan mendukung proses belajar siswa.

Baca Juga:  Aliansi Peduli Kemanusiaan Halmahera Utara Galang Dana Tiga Hari untuk Korban Banjir dan Longsor

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga pada komitmen negara dalam menyediakan infrastruktur sekolah yang aman dan manusiawi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *