Mamuju, Sulawesi Barat-Lintaspendidikannews.com — Kondisi SD Inpres Orobatu, Kabupaten Mamuju, hingga kini masih memprihatinkan. Sejumlah ruang belajar dilaporkan mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh, meskipun gempa bumi yang melanda wilayah tersebut telah berlalu cukup lama.
Kepala SD Inpres Orobatu, Jamri, S.Pd, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan kondisi sarana prasarana sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Bahkan, menurut Jamri, setelah gempa terjadi, pihak dinas sempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan.

“Pasca gempa, dinas pendidikan sudah datang melihat kondisi sekolah. Namun sampai hari ini belum ada realisasi perbaikan,” ujar Jamri.
Ia menjelaskan, sebelum terjadinya gempa, SD Inpres Orobatu sebenarnya pernah mendapatkan rehabilitasi bangunan, khususnya untuk ruang kelas 4, 5, dan 6. Rehabilitasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.

Namun, gempa bumi yang terjadi setelahnya kembali menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan sekolah, termasuk ruang kelas yang belum tersentuh rehabilitasi maupun fasilitas pendukung lainnya. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terpaksa dilakukan dalam kondisi terbatas.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar tetap berjalan, tetapi kondisi bangunan saat ini tentu tidak ideal bagi siswa dan guru,” kata Jamri.
Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju dapat segera menindaklanjuti hasil peninjauan yang telah dilakukan sebelumnya, serta merealisasikan program rehabilitasi pascagempa demi menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju terkait waktu pelaksanaan rehabilitasi SD Inpres Orobatu. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan menyeluruh dari pihak terkait.(Red)












